Kudus, Pesantren IMer. Meski film "Sang Kiai" diputar serentak 30 Mei kemarin, namun nahdliyin Kudus harus bersabar tidak bisa menonton seketika. Pasalnya, di Kudus tidak ada gedung bioskop. Warga kota kretek harus menonton ke Semarang dan harus berebut dengan warga di sana.
Kader Ansor Desa Gribig Gebog Kudus Wahyudi merasa menyesal tidak bisa menonton pada pemutaran perdana 30 Mei ini. Yudi hanya bisa menunggu film yang disutradarai Rako Priyatno sudah beredar bebas di pasaran.
| Antusias Nonton Sang Kiai Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas (Sumber Gambar : Nu Online) |
Antusias Nonton Sang Kiai Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas
Sebetulnya mau menonton banget mas, tapi disini tidak ada bioskop. Mau ke Semarang jauh, jadi tertunda keinginan itu, katanya kepada Pesantren IMer, Kamis (30/5).Ia berharap ada pihak yang mau menjembatani memfasilitasi pemutaran film ini di kota Kudus. Kalau bisa nanti ada pemutaran dalam bentuk layar tancep di ranting-ranting, karena film ini sangat memberi motivasi perjuangan bagi nahdliyin, tambahnya.
Pesantren IMer
Seorang pelajar Muhammad Nailul Falah meminta pengurus IPNU-IPPNU membuat rombongan menuju Semarang untuk menonton secara bersama. Selain untuk bisa segera mengetahui ceritanya, juga buat refresing , katanya singkat.Pembina PC IPNU Kudus M.Aflach mengusulkan kepada lembaga pendidikan Maarif di semua tingkatan memobilisir siswa-siswi madrasah NU supaya menonton film yang dibintangi Ikranegara dan Cristine Hakim ini.
Pesantren IMer
Dengan menonton film Sang Kiai, pelajar Maarif nanti bisa mengenal sejarah perjuangan (pendiri) NU, usulnya singkat yang ditulis di akun facebook milik kontributor Pesantren IMer.Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Qomarul Adib
Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44822/antusias-nonton-acircsang-kiaiacirc-tinggi-gedung-bioskop-terbatas
Pesantren IMer

EmoticonEmoticon