Tuesday, May 23, 2017

Jadi Mahasiswa, Mulailah Pikirkan Bangsa

Sidoarjo, Pesantren IMer. Tidak kurang dari 30 kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo memadati panggung hiburan eskpo pada refleksi pergerakan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKK-MB) atau orientasi study pengenalan kampus (Ospek).

Refleksi pergerakan yang berlangsung pada selasa (30/08/16) di lapangan kampus tersebut dikemas dengan orasi perjuangan. Ketua PKK-MB (Ospek) Ikhwanul Choir mengajak mahasiswa untuk membaca Sumpah Mahasiswa. Sumpah tersebut diikuti ratusan penonton mulai dari kampus tetangga yang diundang hadir.

Jadi Mahasiswa, Mulailah Pikirkan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Mahasiswa, Mulailah Pikirkan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)


Jadi Mahasiswa, Mulailah Pikirkan Bangsa

Ikhwan yang juga kader PMII mengatakan, ketika menjadi mahasiswa seharusnya mulai memikirkan nasib bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa harus berada dan membela kaum tertindas agar mengetahui nasib sebenarya. Jika hal itu yang dilakukan, maka mahasiswa akan menjadi ujung tombak bangsa. Namun jangan lupa untuk terus belajar dan terus belajar.

Hadir pada kesempatan tersebut mahasiswa undang dari kampus lain, seperti Unipa (Universitas PGRI Adibuana) Surabaya, Unesa (Universitas Negeri Surabaya), IKIP Bojonegoro,UNMER Surabaya, serta mahasiswa baru kampus tersebut. (Luckyekaadis/Abdullah Alawi)

Pesantren IMer

Pesantren IMer

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70897/jadi-mahasiswa-mulailah-pikirkan-bangsa-

Rais Syuriah Tidak Harus Memiliki Pesantren

Jakarta, Pesantren IMer. Rais Syuriah tidak perlu seseorang yang memiliki pesantren yang penting mereka memiliki kepemimpinan, keteladanan, dan keilmuan sebagai syarat untuk dapat memimpin warga NU. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh KH Hasyim Muzadi menanggapi pemikiran sebagian warga NU yang masih menganggap seorang Rais Syuriah harus memiliki pesantren.

Adanya persyaratan tersebut yang sampai saat ini sudah dianggap sebagai konvensi. Dalam setiap konferwil ataupun konfercab peryaratan Rais Syuriah harus seorang kyai merupakan sebuah keyakinan yang tak dapat diabaikan. Jika hal tersebut terus dilanjutkan maka akan merugikan kader-kader NU yang memiliki potensi untuk memimpin.

Hasyim Muzadi mengatakan bahwa kebiasaan pengangkatan kyai yang memiliki pesantren dikarenakan kyai adalah figure yang biasa ngemong massa. Mereka adalah orang yang biasa mengurusi santri, jadi sudah biasa mengurusi orang banyak, ungkapnya.

Hasyim Muzadi menambahkan bahwa kelebihan seorang kyai adalah sifat mereka yang kebapakan Mereka tidak bersaing dengan yang dipimpin. Jadi organisasi dapat berjalan dengan baik karena dipimpin oleh orang yang memiliki figur kebapakan, ungkapnya.

Rais Syuriah Tidak Harus Memiliki Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriah Tidak Harus Memiliki Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Rais Syuriah Tidak Harus Memiliki Pesantren

Namun demikian, bukan berarti tidak ada kader NU yang tidak mampu menduduki jabatan Rois Syuriah. Kemampuan kepemimpinan tidak harus dimulai dari kepemilikan pesantren. Saat ini sudah banyak sekali kader NU yang memiliki kemampuan kepemimpin, keteladanan, dan keilmuan yang mumpuni, walaupun mereka tidak memiliki pesantren.

Mereka merupakan lulusan dari berbagai perguruan tinggi baik yang berada di lura negari maupun di dalam negeri yang tersebar dalam berbagai bidang. Ghiroh mereka terhadap NU tak diragukan lagi sehingga walaupun mereka tidak memiliki pesantren, mereka layak diberi ruang di NU untuk kemajuan NU sendiri.

Jika sumberdaya manusia potensial tersebut tidak dimanfaatkan, maka NU sendiri yang akan mengalami kerugian karena kehilangan kader-kader terbaiknya.(mkf)

Pesantren IMer

Pesantren IMer

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/267/rais-syuriah-tidak-harus-memiliki-pesantren

Pesantren IMer

Saturday, May 20, 2017

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU

Jombang, Pesantren IMer. Perhelatan Muktamar Ke-33 NU di Jombang Jawa Timur telah memasuki proses pemilihan pengurus baru periode 2015-2020 di Komplek Alun-alun Kota Jombang, Rabu (5/8). Proses tersebut secara marathon diawali dengan pemilihan anggota Ahwa, kemudian Rais Aam, lalu Ketua Umum PBNU.

Kita masuk ke proses pemilihan anggota Ahwa terlebih dahulu, lalu Rais Aam, dan Ketua Umum PBNU, jelas Rais Syuriyah PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dalam jumpa pers di Media Center di komplek SMAN 1 Jombang, Rabu (5/8).

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU

Kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu menerangkan, bahwa dalam proses pemilihan anggota Ahwa tersebut, setiap PCNU dan PWNU mengusulkan nama-nama.

Dari nama-nama tersebut, nanti yang memperoleh suara terbanyak dari seluruh Muktamirin akan terpilih menjadi anggota Ahwa yang terdiri dari 9 kiai sepuh, merekalah yang berhak memilih Rais Aam PBNU, terang Gus Yahya.

Pesantren IMer

Pesantren IMer

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, berdasarkan keputusan Forum Syuriyah Wilayah dan Cabang NU seluruh Indonesia, pemilihan Rais Aam PBNU menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), sedangkan pemilihan Ketua Umum PBNU tetap dipilih melalui mekanisme voting.

Dalam jumpa pers tersebut, Gus Yahya didampingi oleh KH Ahmad Ishomuddin dan H Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).(Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61416/muktamar-nu-menuju-pemilihan-ahwa-rais-aam-dan-ketum-pbnu

Pesantren IMer

Thursday, April 13, 2017

Lima Propesor Ansor Kediri Dapat Cendera Mata dari Juniornya

Kediri, Pesantren IMer. Lima mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri mendapat cendera mata dan piagam penghargaan dari Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Kediri yang baru, Munasir Huda.

Cendera mata itu diberikan sebagai apreasiasi pengurus Ansor yang baru kepada seniornya yang telah mengantarkan kesinambaungan kepengurus Ansor dan Banser di wilayah Kediri hingga saat ini, tanpa ada komanya. Aktivitas Ansor selalu kontinyu ada di setiap waktu.

Lima Propesor Ansor Kediri Dapat Cendera Mata dari Juniornya (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Propesor Ansor Kediri Dapat Cendera Mata dari Juniornya (Sumber Gambar : Nu Online)


Lima Propesor Ansor Kediri Dapat Cendera Mata dari Juniornya

Lima propesor (protolan pengurus Ansor) itu adalah KH Wahab Chasbullah, Moh. Suwito, Drs H Abu Muslich,Mohammad Hasyim dan Agus Tariadi.

Pesantren IMer

Pemberian ini diberikan Ahad (26/4) sore kemarin bersamaan dengan resepsi Hari Lahir ke-81 GP Ansor dan Pelantikan Pengurus PC GP Ansor periode 2014-2018 di Pesantren Raudlatul Ulum Kencong, Kediri, Jawa Timur, asuhan KH Jauhar Nehru.

Hadir pada kesempatan itu dari jajaran Pimpinan Pusat Ansor, KH Syaichul Islam dan H Imam Kusnin Ahmad SH dari jajaran Satkornas Banser serta utusan Kemenpora Deputi Pemuda dan Olah Raga, Drs Marzuki.

Pesantren IMer

Dari jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri,Wakil Bupati Kediri Drs H Maschuri, Dandim 0809,Kapolres Kediri,PJ Ketua PCNU Kabupaten Kediri KH Maksum beserta Banom NU se Kabupaten Kediri.

Kiai Wahab Chasbulloh sebagai wakil propesor,didapuk memberikan kata sambutan. Menurut mantan politisi PPP dan PKB ini, dihadapi kondisi Ansor pada zamannya dan saat ini sudah beda. Istilahnya,kalau dulu ada kemungkaran dan kedholiman didepan mata langsung sikat.Namun saat ini tidak.

Ibaratnya zaman Nabi, perang Badar dikatakan perang akbar. Namun ada yang lebih besar lagi dari perang badar, yakni perang melawan hawa nafsu. Lha, saat ini jihad Ansor melawan hawa nafsu tersebut, ungkap Wahab. Ya, nafsu angkara murka. Serakah, korupsi, Narkoba dan lain-lain, katanya.

Di samping itu, Ansor dan Banser ke depan harus lebih profesioanl dalam mengemban amanah. Kami yakin adik-adik ini akan mampu mengemban amanah secara profesional sesuai dengan AD dan ART organisasi, tegasnya.

Sebelum penyerahan tanda mata, acara diawali ddengan prosesi pelantikan pengurus PC GP Ansor Kabupaten Kediri oleh KH Syaichul Islam didampingi Asrendiklat Satkornas Banser H Imam Kusnin Ahmad SH dan H Moh.Tamim Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur.

Setelah itu, berlangsung serah terima jabatan dari pengurus lama Agus Tariadi SA.g kepada Munasir Huda dengan penyerahan panji Ansor. (Imam Kusnin/Anam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59154/lima-ldquopropesorrdquo-ansor-kediri--dapat-cendera-mata-dari-juniornya

Wednesday, December 28, 2016

Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya

Pesantren IMer - Kedutaan Besar Palestina di Jakarta menyesalkan pengibaran bendera nasionalnya dalam sejumlah aksi unjuk rasa terkait urusan dalam negeri Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya - Pesantren IMer
Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya - Pesantren IMer


Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya

Dalam pernyataan resminya, Kedubes Palestina mengatakan, perilaku itu tidak bisa diterima dan tidak bisa dianggap sebagai tanda dukungan atau solidaritas terhadap Palestina.

Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya - Pesantren IMer
Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya - Pesantren IMer


Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya

"Teman Palestina yang asli dan tulus akan menjaga stabilitas dan kedamaian di negara mereka jika mereka benar-benar tulus ingin menciptakan kedamaian di Palestina," demikian pernyataan dari Kedubes Palestina.

Sementara itu, staf Kedutaan Palestina, Sari Amalia, tidak menyebut secara spesifik kelompok atau unjuk rasa tertentu. Dia hanya mengatakan, pernyataan tersebut merupakan pengamatan umum yang tampak pada unjuk rasa tahun 2016 dan awal 2017.

Sari mengatakan, pernyataan ini penting untuk disampaikan karena Kedubes Palestina merasa penggunaan bendera itu tidak pada tempatnya.

"Seperti kedutaan lain, kami tentu punya komitmen untuk tidak mau mengintervensi dan tidak mau terbawa oleh urusan dalam negeri Indonesia," katanya kepada BBC Indonesia.

Mereka berharap bendera Palestina tidak lagi digunakan dalam unjuk rasa terkait urusan dalam negeri Indonesia di masa depan.

Dalam sejumlah aksi massa, seperti protes menentang Basuki Tjahaja Purnama, misalnya, sebagian pengunjuk rasa membawa bendera Palestina di antara bendera atau lambang organisasi mereka.

Seperti diberitakan BBC Indonesia, bendera Palestina juga terlihat berkibar di depan Polda Metro Jaya awal pekan ini di tengah massa Front Pembela Islam saat Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan kasus simbol palu arit di lembaran uang rupiah.

BBC Indonesia telah mencoba menghubungi FPI dan GNPFMUI untuk meminta tanggapan, tetapi hingga kini belum mendapat jawaban. [Pesantren IMer]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/bendera-palestina-dibuat-unjuk-rasa-ormas-indonesia-dubes-itu-tidak-pada-tempatnya.html

Saturday, October 8, 2016

Gus Mus Ajak Masyarakat Teladani Kesederhanaan Para Kiai

Krapyak, Pesantren IMer. Puncak peringatan haul ke-76 KH M Munawwir pada 31 Maret 2015 di Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Yogyakarta dihadiri oleh Rais Aam PBNU, KH Musthofa Bisri (Gus Mus). Dalam ceramahnya, Gus Mus mengajak masyarakat meniru para kiai seperti Kiai Munawwir, Kiai Ali Maksum, Kiai Zainal Abidin, dan Kiai Warson untuk hidup sederhana.

Gus Mus menjelaskan bahwa selama 32 tahun masyarakat Indonesia ini dididik pemimpin yang mencintai kemewahan. Mencintai dunia sudah melekat dalam diri masyarakat kita.

Gus Mus Ajak Masyarakat Teladani Kesederhanaan Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Ajak Masyarakat Teladani Kesederhanaan Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Mus Ajak Masyarakat Teladani Kesederhanaan Para Kiai

"Jadi, kalau istilah pondok, seneng dunyo wes malakah (sudah tidak dipikir dalilnya), ini bahaya. Kalau sudah seperti ini, cara yang paling ampuh adalah gerakan hidup sederhana," ucapnya.

Pesantren IMer

Gerakan hidup sederhana, lanjut Gus Mus, membuat hati manusia lebih tenang dan stabil. Serangan dari neoliberalisme, kapitalisme, kenaikan bahan bakar minyak (bbm), dan naiknya nilai tukar rupiah atas dollar tidak akan mengganggu kehidupan masyarakat Indonesia.

"Saya sangat rindu dengan kehadiran kiai-kiai seperti kiai Munawir. Memiliki sifat bijaksana, dan menjalani kehidupan tidak dengan kemewahan. Ini akan menjadi benteng kita untuk menyelamatkan Indonesia," lanjut Gus Mus.

Pesantren IMer

Bagi Gus Mus, hidup sederhana itu akan melahirkan pribadi hebat yang mampu memberi solusi terhadap persoalan bangsa. Ilmu sederhana dan ilmu yang mampu mendunongke (mendudukan sesuatu secara proporsional) itu lahir dari pesantren. Bahkan ilmu tersebut digunakan pesantren untuk mendirikan Indonesia.

Para kiai, tambahnya, mendapatkan ilmu hidup sederhana dan ilmu ndunongke persoalan dari para Wali Songo hingga kanjeng Nabi Muhammad saw. Maka tugas pesantren, kiai, ustadz dan santri-santri adalah membawa ilmu tersebut untuk menyelamatkan bangsa ini.

Jangan sampai pesantren, kiai, dan para santri tidak ndunong (tidak paham) dengan dirinya sendiri," tegasnya. (Muyassaroh/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58562/gus-mus-ajak-masyarakat-teladani-kesederhanaan-para-kiai

Pesantren IMer

Saturday, September 17, 2016

LTNNU Jatim Luncurkan Program Indonesia Menulis

Surabaya, Pesantren IMer. Semakin kompetitifnya masyarakat dunia dalam persaingan global, mendorong seluruh pihak untuk meningkatkan sumber daya manusia, terutama daya saing dalam bidang karya tulis ilmiah.Hingga kini Indonesia masih tertinggal dari negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Catatan merah ini menginisiasi Lembaga Talif wan Nasyr (LTNNU) Jawa Timur meluncurkan Program Indonesia Menulis.

Kita masih kalah jauh dengan negara tetangga. Maka, solusinya adalah melakukan percepatan-percepatan. Dalam rangka percepatan itu, PW LTNNU Jatim meluncurkan program Indonesia menulis, tukas Wakil Ketua LTNNU Jatim, Dr MN Harisudin di kantor TV 9, Jumat (18/3).

LTNNU Jatim Luncurkan Program Indonesia Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Jatim Luncurkan Program Indonesia Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)


LTNNU Jatim Luncurkan Program Indonesia Menulis

Menurut dosen Pasca Sarjana IAIN Jember ini, program Indonesia Menulis dimaksudkan untuk memacu kualitas karya guru, dosen dan mahasiswa di Indonesia untuk mengikuti pelatihan penulisan karya ilmiah, menulis buku, pelatihan PTK maupun pelatihan lainnya di bidang tulis-menulis. Intinya, kami ingin membantu masyarakat dengan memotivasi mereka dengan menulis dan menulis. Kami kampanyekan bahwa menulis itu mudah, mudah dan mudah. Ini juga membantu para guru untuk mendapat poin publikasi ilmiah sebagaimana amanat undang-undang, kata Harisudin.

Alhamdulillah, sudah banyak yang merespon. Lumajang, Cirebon, Kota Baru, Semarang, Demak, Jember dan banyak kota di seluruh Indonesia yang indent ingin menyelenggarakan kegiatan tersebut. Insyaallah dalam waktu dekat, diadakan di Lumajang pada tanggal 2 April 2016, kata Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember tersebut.

Pesantren IMer

Harisudin mengajak masyarakat secara luas menulis banyak buku. Menurutnya, dinamika intelektual yang terjadi di Indonesia pada masa mendatang akan menjadi magnet peradaban dunia.

Pesantren IMer

Sementara itu, Ketua LTNNU Jawa Timur, Ahmad Najib AR mengatakan, pihaknya telah melaksanakan program unggulan seperti Madrasah Jurnalistik, dan membentuk Asosiasi Penerbit NU.

Sekarang ada program Indonesia menulis. Ini semua gagasan progresif kami di Lembaga Talif wan-Nayr NU Jawa Timur untuk memperkuat tradisi menulis di negeri ini, kata Najib yang juga Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya tersebut. (Anwari/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66633/ltnnu-jatim-luncurkan-program-indonesia-menulis

Pesantren IMer

Wednesday, September 14, 2016

Dana Patungan, Banser Kadur Bangun Plengsengan Desa

Pamekasan, Pesantren IMer. Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kecamatan Kadur patungan membangun plengsengan di Kertagena Daya, Kadur, Pamekasan, Ahad (12/3). Mereka menyumbang untuk membeli batu, pasir, dan semen guna menyikapi kecelakaan yang sering terjadi di lokasi tersebut.

"Menurut warga, di lokasi ini siswa-siswi Madrasah Nurul Falah sering terperosok. Karena rusak parah dan tidak ada perhatian dari kepala desa setempat, kita langsung bergerak secara independen," kata Kepala Satkoryon Banser Kadur Sule Sulaiman.

Dana Patungan, Banser Kadur Bangun Plengsengan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Patungan, Banser Kadur Bangun Plengsengan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)


Dana Patungan, Banser Kadur Bangun Plengsengan Desa

Selain itu, tambah Sule, GP Ansor menginginkan munculnya kesadaran dari masyarakat agar tidak terlalu banyak berharap kepada pemerintah. Jika plengsengan maupun jalan rusak bisa diperbaiki secara gotong-royong, tentu itu bagus.

Pesantren IMer

Perbaikan tersebut memakan waktu dua hari. Hari pertama memperbaiki pondasi dan menuntaskan penyusunan batu pada Sabtu (11/3) siang. Baru hari berikutnya, dilakukan penyemenan dengan melibatkan warga sekitar.

Selain Banser, tampak juga berjibaku dengan batu dan tanah Ketua GP Ansor Hairul Anam, Sekretaris Fathorrahkan, Kepala Baanar Lif Khodir, Ketua LKP Khairul Umam, dan sebagian pengurus ranting.

Pesantren IMer

"Semula, kami sepakat sumbangan menambal sebagian jalan berlubang di daerah Kadur. Tapi sebagai tahap awal, kita bangun dan perbaiki plengsengan di dekat Madrasah Nurul Falah," tegas Fathorrahman.

Warga sekitar plengsengan Moh Suhri mengatakan, lokasi tersebut sudah dua kali diukur oleh pemerintah desa. Tapi, hingga kini tak kunjung dibangun dan diperbaiki.

"Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada adik-adik pemuda GP Ansor dan Banser Kadur. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan pula," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76058/dana-patungan-banser-kadur-bangun-plengsengan-desa

Pesantren IMer

Wednesday, May 25, 2016

Di PBNU Sudah Terkumpul 2000 Sarung dan 1 Truk Mie

Jakarta, Pesantren IMer. Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi mengungkapkan bahwa bantuan yang masuk ke kantor PBNU saat ini mencapai 2000 sarung dan 1 truk besar mie instant. Diharapkan bantuan yang terkumpul semakin banyak dihari-hari berikutnya. Bantuan tersebut secepat mungkin akan segera dikirimkan.

Insyaallah PBNU juga akan mengirimkan delegasi yang ke daerah musibah. Tetapi sampai hari ini, transportasi baru bisa sampai ke Sumatra Utara. Belum ada jaminan transportasi bisa masuk ke Banda Aceh. Mudah-mudahan bisa terbuka sehingga PBNU tidak hanya sampai ke Medan, tetapi juga ke Aceh, terutama daerah-daerah pantai yang terkena musibah, tandasnya.

Selanjutnya malam ini, PBNU juga akan melakukan hataman al Quran, tahlil dan mendoakan agar arwah orang yang pada meninggal khusnul khotimah dan diberikan ampunan oleh Allah. Selain itu, kaum muslimin memiliki kewajiban secara fardhu kifayah terhadap kaum muslimin yang wafat untuk melakukan sholat ghaib.

Dalam ajaran agama, manakala terjadi keruwetan atau bencana menyeluruh, dalam dimensi sosial sebuah kaum suatu bangsa, dibarengi dengan gejolak alam yang tidak bersahabat, bahkan cenderung lebih menyulitkan, dibarengi juga dengan skala jangka waktu yang cukup panjang dan beruntun. Maknanya secara agamis, kita sedang diperingatkan oleh Allah, tambahnya.

Di PBNU Sudah Terkumpul 2000 Sarung dan 1 Truk Mie (Sumber Gambar : Nu Online)
Di PBNU Sudah Terkumpul 2000 Sarung dan 1 Truk Mie (Sumber Gambar : Nu Online)


Di PBNU Sudah Terkumpul 2000 Sarung dan 1 Truk Mie

Selain itu, diharapkan musibah ini juga tidak dipolitisasi, tetapi juga jangan ada pengabaian musibah. Yang kita tekankan adalah, ketika kita menderita dan alam bergolak, bahwa siapapun orangnya dengan kemampuannya sendiri tidak bisa mengatasi masalah, kemudian masing-masing kita kembali ke kebenaran Allah, tambahnya.(mkf)

Pesantren IMer

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2546/di-pbnu-sudah-terkumpul-2000-sarung-dan-1-truk-mie

Pesantren IMer

Pesantren IMer

Friday, May 20, 2016

300 Pasukan Pagar Nusa Sidoarjo Siap Amankan Istighotsah Kubro NU Jatim

Sidoarjo, Pesantren IMer. Istighotsah Kubro PWNU Jawa Timur yang akan digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Ahad (9/4) mendatang, selain mendapatkan pengamanan dari Ansor, Banser dan Kepolisian, Pagar Nusa Sidoarjo juga turut andil untuk mengamankan acara tersebut. Pagar Nusa akan menerjunkan 300 pasukan. 300 pasukan itu akan disebar ke dalam, luar Gor serta di jalan raya.

"Kita ikut mengamankan acara istighotsah, agar para warga nadliyin yang mengikuti kegiatan tersebut dapat merasa aman dan nyaman selama kegiatan berlangsung. Tak hanya itu, pengamanan ini juga sebagai upaya kita untuk membantu para aparat kepolisian dalam menjamin dan mengatur kelancaran kegiatan itu," kata koordinator pasukan inti Pagar Nusa Sidoarjo, Yuqi Al Kajari, Rabu (5/4).

300 Pasukan Pagar Nusa Sidoarjo Siap Amankan Istighotsah Kubro NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
300 Pasukan Pagar Nusa Sidoarjo Siap Amankan Istighotsah Kubro NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)


300 Pasukan Pagar Nusa Sidoarjo Siap Amankan Istighotsah Kubro NU Jatim

Yuqi menyatakan, sesuai dengan tema istighotsah kubro yakni, mengetuk pintu langit, menggapai nurullah bahwa NKRI yang lagi pudar nur atau cahanya, maka para Kiai NU ingin memohon kepada Allah agar diturunkan cahaya untuk tetap menyinari NKRI ini dengan cahayaNya.

Pesantren IMer

"Kita memohon kepada Allah, agar nusantara (negara Indonesia) tetap aman, tentram dan damai di bawah 4 pilarnya, yaitu NKRI yang berideologi pancasila, diatur oleh UUD 1945 dan disatukan dengan Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.

Saat ini, kata Yuqi, NKRI dalam keadaan darurat, bahkan bisa dikatakan sekarat. Karena pada saat kondisi NKRI seperti ini, telah banyak disusupi paham-paham radikal ekstrimis, baik dari haluan kanan dan kiri yang telah menjamur di Indonesia. Meski begitu, selama masih ada jawara Pagar Nusa, maka tak ada satu pun kekuatan yang bisa menghancurkan NU dan NKRI.

Pesantren IMer

"Bagi kami, NKRI adalah harga mati. Pancasila sebagai dasar negara adalah satu-satunya pedoman kita bernegara. Itu tidak akan bisa digantikan oleh paham-paham lain. Dan kami juga menunjukan bahwa NU mempunyai banyak sekali garda terdepan dalam mempertahankan NKRI. Selain dari GP Ansor, Banser, NU juga mempunyai pasukan yang tak kalah mematikan yaitu pencak silat NU Pagar Nusa bersama pasukan intinya," tegasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76743/300-pasukan-pagar-nusa-sidoarjo-siap-amankan-istighotsah-kubro-nu-jatim

Pesantren IMer

Saturday, April 30, 2016

Ini Hasil Mukmatar Ulama Aswaja di Chechnya

Pesantren IMer - Pada malam Kamis 21 Dzulqa’dah 1437 H. (25 Agustus 2016) –di tengah berbagai upaya pencatutan istilah “Ahlussunnah Wal Jamaah” dari kaum Khawarij yang tindakan-tindakan salah mereka senantiasa dieksploitasi untuk memperburuk citra agama Islam—terselenggara Muktamar Internasional Ulama Islam do kota Grozny (Chechnya), untuk memperingati al-Syahid Presiden Syaikh Ahmad Haji Kadyrov rahimahullah dengan tema: “Siapakah Ahlussunnah Wal Jamaah? Penjelasan Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah; Akidah, Fikih dan Akhlak serta Dampak Penyimpangan darinya di Tataran Realitas.”

Acara ini terselenggara berkat dukungan dari Presiden Ramadhan Ahmed Kadyrov hafizahullah, dengan dihadiri oleh Grand Shaikh Al-Azhar, para mufti dan lebih dari dua ratus ulama dari seluruh dunia. Berikut poin-poin hasil dari muktamar:

1. Ahlussunnah Wal Jamaah adalah Asyairah dan Maturidiyah dalam akidah, empat mazhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali dalam fikih, serta ahli tasawuf yang murni –ilmu dan akhlak—sesuai manhaj Imam Junaeid dan para ulama yang meniti jalannya. Itu adalah manhaj yang menghargai seluruh ilmu yang berkhidmah kepada wahyu (Al-Quran dan Sunnah), dan telah benar-benar menyingkap tentang ajaran-ajaran agama ini dan tujuan-tujuannya dalam menjaga jiwa dan akal, menjaga agama dari distorsi dan permainan tangan-tangan jahil, menjaga harta dan kehormatan manusia, serta menjaga akhlak yang mulia.

2. Al-Quran Al-Karim adalah bangunan yang dikelilingi oleh berbagai ilmu yang membantu untuk menggali makna-maknanya dan mengetahui tujuan-tujuannya yang mengantarkan manusia kepada ma’rifat kepada Allah SWT., mengeluarkan ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya, mengejawantahkan kandungan ayat-ayatnya ke dalam kehidupan, peradaban, sastra, seni, akhlak, kasih sayang, kedamaian, keimanan dan pembangunan. Serta menyebarkan perdamainan dan keamanan di seluruh dunia sehingga bangsa-bangsa lain dapat melihat dengan jelas bahwa agama ini adalah rahmat bagi seluruh semesta alam, serta jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

3. Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah adalah Manhaj Islam yang paling komprehensif, detail dan akurat. Manhaj ini paling perhatian dalam memilih referensi-referensi ilmiah dan metodologi pendidikan yang mencerminkan secara benar tentang cara berpikir seorang muslim dalam memahami syariat dan mengetahui realitas dengan berbagai kerumitannya serta cara mengaitkannya secara baik.

4. Lembaga-lembaga pendidikan Ahlussunnah Wal Jamaah sejak beberapa abad telah sukses menghasilkan ribuan ulama yang tersebar di seluruh penjuru dunia dari Siberia hingga Nigeria, serta dari Tangier hingga Jakarta. Mereka telah menduduki berbagai posisi dan jabatan, serta mengemban amanah di sektor fatwa, peradilan, pendidikan dan khutbah. Sehingga masyarakat diliputi oleh keamanan. Mereka juga berhasil memadamkan api fitnah dan peperangan, sehingga kondisi negara menjadi stabil. Dan mereka pun telah menyebarkan ilmu yang benar.

5. Sepanjang sejarah, Ahlussunnah Wal Jamaah senantiasa memantau berbagai pemikiran yang menyimpang dan memantau tulisan dan konsep berbagai kelompok. Kemudian mereka menimbang semua itu dalam parameter ilmu serta memberikan kritik dan bantahan. Mereka juga senantiasa menunjukkan keberanian dan ketegasan dalam menghadapi berbagai fenomena penyimpangan.

Mereka menggunakan piranti ilmu-ilmu yang kuat dalam melakukan pengawasan dan koreksi. Setiap kali Manhaj Ahlussuunnah Wal Jamaah tersebar secara aktif maka gelombang ekstremisme pasti akan surut. Sehingga kondisi umat Islam stabil dan dapat kosentrasi dalam menciptakan sebuah peradaban. Sehingga didapati para cendekiawan muslim yang berkontribusi dalam ilmu aljabar, perbandingan, perhitungan dan trigonometri. Serta ilmu geometri analitis, pecahan, algoritma, berat (massa), kedokteran dan oftalmologi, psikiatri, onkolog, epidemi, embrio, obat-obatan, ensiklopedia farmasi, ilmu flora dan fauna, gravitasi, astronomi dan lingkungan, ilmu akustik, ilmu optik dan ilmu-ilmu lainnya. Itu semua adalah buah dari Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah yang tidak terbantahkan.

6. Sepanjang sejarah berulang-ulang muncul badai gelombang pemikiran menyimpang yang mengklaim berafiliasi kepada wahyu namun membangkang terhadap metodologi ilmiah yang benar dan ingin menghancurkannya. Serta mengusik keamanan dan kenyamanan masyarakat. Gelombang pertama yang sesat dan membahayakan itu adalah Khawarij klasik hingga sampai pada Neo-Khawarij saat ini dari kalangan Salafi Takfiri dan ISIS serta semua kelompok radikal yang meniti jalan mereka yang memiliki kesamaan, yaitu distorsi, pemalsuan dan interpretasi bodoh akan ajaran agama ini.

Karenanya mereka melahirkan puluhan konsep yang rancu dan interpretasi batil yang melahirkan takfir, penghancuran, pertumpahan darah dan pengerusakan serta penodaan citra Islam dan menyebabkan Islam diperangi dan dimusuhi. Hal inilah yang meniscayakan para ulama untuk membersihkan Islam dari semua hal itu, berdasarkan sabda Nabi SAW. dalam hadis sahih: “‘Ilmu ini diemban dari setiap generasi oleh orang-orang yang adil, mereka membersihkan ilmu dari penyimpangan orang yang melewati batas, kedustaan para pembuat kebatilan dan interpretasi orang-orang yang bodoh.”

7. Dengan seizin Allah, Muktamar ini merupakan titik balik yang berkah untuk meluruskan penyimpangan akut yang berbahaya yang mendominasi pengertian “Ahlussunnah Wal Jamaah” setelah berbagai upaya pencatutan kalangan ektremis akan istilah ini dan membatasinya hanya pada diri mereka serta mengafirkan umat Islam lainnya. Pelurusan penyimpangan ini dilakukan dengan mengaktifkan metode ilmiah yang kuat dan otentik yang diterapkan oleh lembaga-lembaga pendidikan kita yang besar yang merupakan benteng keamanan dalam membantah berbagai wacana takfiri dan ekstremis. Hal ini juga dilakukan dengan mengirimkan pesan-pesan keamanan, kasih sayang dan perdamaian ke seluruh penjuru dunia sehingga –dengan izin Allah—seluruh negeri kita kembali menjadi mimbar cahaya dan sumber hidayah. [Pesantren IMer]

Chechnya, Grozny, 24 Dzulqa`dah 1437 H, 27 Agustus 2016 M.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/ini-hasil-mukmatar-ulama-aswaja-di-chechnya.html

Monday, April 11, 2016

Haul Pertama KH Ali Mustafa Yaqub Digelar Besok

Jakarta, Pesantren IMer. Peringatan haul KH Ali Mustafa Yaqub yang pertama akan diselenggarakan pada Sabtu, (15/4) di Pesantren Darus-Sunnah Ciputat, Jalan SD Inpres Nomor 11 Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Rencananya, acara haul ini akan diisi dengan berbagai macam acara mulai dari pagi sampai malam hari. Adapun rincian agenda acaranya adalah sebagaimana berikut. Khataman Al-Quran bin nadzor dilaksanakan pada pukul 07.00, kemudian dilanjut dengan hataman Al-Quran bil ghaib dari pukul 08.00. Acara pukul 10.00 adalah seminar dan bedah buku Khodimun Nabi.

Haul Pertama KH Ali Mustafa Yaqub Digelar Besok (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Pertama KH Ali Mustafa Yaqub Digelar Besok (Sumber Gambar : Nu Online)


Haul Pertama KH Ali Mustafa Yaqub Digelar Besok

Temu alumni Darus-Sunnah akan digelar pada pukul 12.30 dan dilanjutkan dengan ziarah kubro santri dan alumni Pesantren Darus-Sunnah. Dan terakhir, pukul 20.00 agendanya adalah tahlil umum dan taushiyah dengan pembicara KH Syukran Makmun.

Pesantren IMer

Digelarnya berbagai macam agenda tersebut adalah upaya untuk mengenang, meneruskan perjuangan Kiai Ali Mustafa Yakub, dan memperkukuh tali silaturahmi antar alumni Pesantren Darus-Sunnah.

Kiai Ali Mustafa adalah Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2010-2015 dan pernah menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Pesantren IMer

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77006/haul-pertama-kh-ali-mustafa-yaqub-digelar-besok

Pesantren IMer

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren IMer sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren IMer. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren IMer dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock